Ya Allah, show me the way... because You are always by my side

Posted by Admin on 11:08 PM, 20-Mar-12

Ijinkan aku bercerita padamu tentang impian masa laluku,

“Dulu  aku selalu berharap agar malamku gemerlap, disinari warna-warni lampu jalan dan bangunan kota. Aku mendambakan kebebasan hidup individualistis yang tak dicampuri oleh orang lain. Karena itu aku harus menjadi orang sukses yang mandiri dalam hal finansial.

Hal itu hanya mugkin terwujud di kota besar, karena itu aku harus hidup di sana. Itulah sebabnya aku bertahan di sini. Mungkin aku terlalu naif, karena kota besar tak hanya di sini. Ya… aku masih punya alternatif di Karawang.

Setahun yang lalu, impianku menjadi kenyataan, aku mendapatkan kerja di kota ini. Sebuah pekerjaan yang aku ingini, yaitu bekarja di pabrik. Bulan pertama aku enjoy-enjoy saja. Bulan kedua aku mulai jenuh. Aku pun berpikir bahwa aku tak mau menjadi karyawan seterusnya. Aku ingin membuka usaha sendiri, tapi aku tak tahu kapan harus memulainya.

Bulan demi bulan berlalu sangat menjenuhkan. Aku pun berencana untuk keluar dan mencari pekerjaan di PT lain. Tapi karena banyak lemburan, aku jadi tak punya waktu untuk mencarinya. Hingga akhirnya kontrakku pun habis. Alhamdulillah… tadinya aku bimbang apakah harus keluar atau tidak, dan Tuhan telah menjawabnya untukku.

Rasa senang dan khawatir membayangi hatiku, aku senang karena telah keluar dari sebuah belenggu kejenuhan dan keterikatan, dan aku khawatir tentang masa depanku, apakah aku bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, lebih buruk, atau tak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Tapi aku selalu berpegang pada dua prinsip, yaitu ketika Tuhan mengambil sesuatu dariku, maka Dia hendak menganti dengan yang lebih baik, atau apabila tak menggantinya sama sekali, berarti Dia hanya ingin menghilangkan dukaku karena hal tersebut selama ini kujalani dengan berat hati.

Apapun yang Dia pilihkan untukku, aku terima dengan ikhlas. Aku hanya mengharapkan pekerjaan yang indah, bermakna, halal & barokah.

Sampai kutulis cerita ini, hatiku masih galau. Sebab, aku belum juga menemukan pekerjaan yang kuharapkan itu. Ada yang menawari pekerjaan dengan ikhlas, dia tak minta uang, tapi aku tak mau mengulang kesalahan yang sama. Ada juga yang menjamin aku bisa masuk kerja, tapi meminta uang, aku takut kalau hal ini membuat nafkahku tak halal & barokah.

Aku bisa saja mengirim lamaran via email, tapi laptopku menggunakan windows bajakan, sehingga aku yakin nafkahku ini nanti tak halal.

Bagiku hanya ada 3 pilihan, yaitu lewat yayasan, datang langsung, atau lewat pos. Aku sudah kirim lamaran ke yayasan, tapi hasilnya masih nihil sampai sekarang. Datang langsung ke PT hasilnya mengecewakan. Tinggal lewat pos.

Aku galau, aku harus bagaimana….. apakah aku harus ambil pekerjaan yang ditawari oleh makelar itu agar ada jaminan kerja cepat, atau aku harus menunggu hal yang tak pasti, tapi halal & barokah? Tuhan… tolonglah aku, beri kepastian! Aku hanya mengharapkan ridho-Mu semata".

The Unforgiven

Posted by Admin on 10:10 PM, 27-Dec-09

New blood join this earth And quickly he's subdued Through constant pained disgrace The young boy learns their rules. With time the child draws in This whipping boy done wrong Deprived of all his thoughts The young man struggles on and on he's known A vow unto his own That never from this day His will they'll take away... Eay. (chorus) What I've felt What I've known Never shined through in what I've shown Never... [Read More]